Story · Story · Travelling · Uncategorized · Write

My First Flight

Akhirnya… bisa merasakan juga naik pesawat.

Pesawat pertama di Juanda menuju Sepinggan adalah Citilink. Malam sebelumnya, ada pemotretan dengan teman-teman MEET UP di Jonas.

17663387_410673542629658_4261134902306537472_n

Setelah itu, menginap di kos Sally sudah dengan membawa alat tempur untuk travelling. Nah, di sini saya baru sadar kalau saya butuh ‘tas travel’. Yah, meskipun bukan traveller sejati… sepertinya itu barang wajib. Soalnya pas di bandara, semuanya bawa mentereng, saya cuma tas butut…

Continue reading “My First Flight”

Competition · Dibuang Sayang · Story · Story · Write

OASE DI TENGAH PADANG PASIR

(Pernah diikutkan dalam Lomba PT. Rohto Laboratories Indonesia)

 

Hari ini aku duduk di samping sahabatku, Wira, di tempat yang tak biasanya. Ia tak pernah mengajakku ke tempat ini. Tempat ini begitu hijau, teduh, dan jauh dari keramaian. Beberapa menit yang lalu Wira tiba-tiba saja datang padaku mengajakku pergi dengan motor balapnya. Seperti biasa, ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, tanpa penjelasan apapun. Aku tahu, saat seperti itu adalah saat sulit baginya. Pasti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.

Continue reading “OASE DI TENGAH PADANG PASIR”

Competition · Story · Story · Write

New Heartbeat

(pernah diikutkan dalam lomba Menulis Berbagi)

Tahun lalu merupakan tahun terakhir dalam studiku. Tahun terakhir itu adalah kegiatan studi profesi, pengabdian penuh di Rumah Sakit. Kalau ditanya ruang apa yang meninggalkan kesan dalam satu tahun itu, aku tidak bisa menjawab dengan pasti karena setiap ruangan memiliki cerita tersendiri. Namun ada suatu cerita yang membekas selama aku dan teman-teman sedang praktik di ruang observasi jantung atau ICCU, sebuah ruang kritis yang menurutku spesial. Pasien yang dirawat di sini biasanya adalah para pasien yang sudah menjalani operasi jantung dan belum siap untuk ditempatkan di ruangan biasa. Mereka butuh observasi secara ketat melalui sebuah monitor yang terhubung entah bagaimana caranya dengan kabel-kabel dan sadapan yang ditempelkan di dada kiri pasien. Dari monitor yang ditempatkan di nurse station, para petugas medis bisa melihat irama jantung tanpa harus datang ke ruang pasien.

Continue reading “New Heartbeat”

Dibuang Sayang · Story · Story · Write

Berkunjung ke Korea Selatan

(Pernah diikutkan dalam Lomba Esai Discover Korea)

 

Korea Selatan merupakan negara dengan keindahan alam dan budaya yang patut untuk dikunjungi. Dengan adanya hallyu wave, gelombang Korea yang sedang melanda Indonesia melalui musik dan dramanya, banyak hal menarik yang perlu dikenal dari negeri ginseng ini. Salah satu negara di Asia Timur dengan empat musim ini menawarkan kekhasan dalam kuliner, fashion, teknologi, dan dunia hiburannya.

Continue reading “Berkunjung ke Korea Selatan”

Dibuang Sayang · Story · Write

I Am Happy

(Pernah diikutkan dalam Kuis Ulang Tahun Anggun) 

Seorang perempuan muda sedang duduk di kursi taman sambil menikmati minuman gelasnya. Dia sedang mengamati keadaan di sekitar. Sebuah lapangan terbuka yang sepi karena matahari bersinar begitu terik. Untung saja kursi itu dinaungi pohon rindang sehingga Anggun bisa duduk dengan tenang. Angin semilir sekali-kali menerpa rambut panjangnya.

Continue reading “I Am Happy”

Story · Story · Write

Selamat Jalan, Kawan!

85

Kita semua paham bahwa takdir Tuhan penuh dengan misteri.  Ada yang melahirkan bayi mungil ke dunia, ada yang bertemu pasangan hidup dan berlanjut ke pelaminan. Ada yang datang, tapi kita sering lupa bahkan tidak tahu kalau ada yang tiba-tiba pergi. Kita selalu diberi tanda-tanda yang nyata akan hadirnya bayi ke dunia ini. Tuhan memberikan masa mengandung ibu selama rata-rata 9 bulan 10 hari. Yang akan menikahpun juga begitu, mereka memberikan undangan jauh-jauh hari supaya kita ikut datang memeriahkan hari penting itu. Tapi, adakah pemberitahuan, notifikasi, bahwa teman kita akan pergi?

Bismillah, tulisan ini bukan untuk mengungkit-ngungkit mereka yang sudah pergi. Saya hanya ingin berbagi kesedihan dan semoga ini menjadi pengingat bagi kita juga. Well, Sintia nama teman saya. Dia anaknya periang, kekanak-kanakan, manja. Dia punya tanggung jawab yang tinggi dan perhatian kepada teman yang sangat luar biasa. Gemas kalau mengingat cara berbicara dan how the way she laugh…

Dia adalah salah satu sosok sahabat yang menceritakan keadaan kami kepada mamanya.

Dia bercerita tentang keinginan saya untuk menunda skripsi dan bingung ketika saya tidak bisa dihubungi saat itu.

Dia bercerita tentang bagaimana ia ketemu Sally di rumah sakit saat dia praktek.

Dia yang khawatir karena satu-satunya teman dekat yang belum mengunjungi bayi Rizka.

Dia yang khawatir juga karena Devi akhir-akhir ini datang ke Jawa untuk datang ke acara pernikahan Intan.

Baru beberapa hari yang lalu saya mendapat kontak pacarnya dan bertanya macam-macam. Dan Tuhan mempertemukan kami dalam keadaan Sintia sudah kembali ke Sang Penciptanya…

Ya, anak ini menyembunyikan keadaannya dalam waktu yang sangat lama meskipun kami mencoba menghubungi dan menanyakan kabarnya. Luar biasa, kalau saya bilang. Dengan kekuatan hati yang sebegitu besarnya, dia punya keyakinan untuk ketemu kami saat sudah sembuh nanti. Ya, sakitnya sudah diangkat dan beban hidupnya pun sudah selesai…

Luar biasa perjuangannya melawan sakit. Kalau dibandingkan dengan kami, pasti masalah secuil saja sudah kami ceritakan kepada teman yang lainnya. Saya paham pasti dia tidak ingin merepotkan… Mengagumkan, dengan sifat manja dan kekanak-kanakannya itu dia berjuang sendiri.

Selamat jalan, Rr. Prasintia Yeni Tunjung Sari… Bahagia di sana ya… We always love you…