OASE DI TENGAH PADANG PASIR

(Pernah diikutkan dalam Lomba PT. Rohto Laboratories Indonesia)

 

Hari ini aku duduk di samping sahabatku, Wira, di tempat yang tak biasanya. Ia tak pernah mengajakku ke tempat ini. Tempat ini begitu hijau, teduh, dan jauh dari keramaian. Beberapa menit yang lalu Wira tiba-tiba saja datang padaku mengajakku pergi dengan motor balapnya. Seperti biasa, ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, tanpa penjelasan apapun. Aku tahu, saat seperti itu adalah saat sulit baginya. Pasti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.

Continue reading

Advertisements

Berkunjung ke Korea Selatan

(Pernah diikutkan dalam Lomba Esai Discover Korea)

 

Korea Selatan merupakan negara dengan keindahan alam dan budaya yang patut untuk dikunjungi. Dengan adanya hallyu wave, gelombang Korea yang sedang melanda Indonesia melalui musik dan dramanya, banyak hal menarik yang perlu dikenal dari negeri ginseng ini. Salah satu negara di Asia Timur dengan empat musim ini menawarkan kekhasan dalam kuliner, fashion, teknologi, dan dunia hiburannya.

Continue reading

I Am Happy

(Pernah diikutkan dalam Kuis Ulang Tahun Anggun) 

Seorang perempuan muda sedang duduk di kursi taman sambil menikmati minuman gelasnya. Dia sedang mengamati keadaan di sekitar. Sebuah lapangan terbuka yang sepi karena matahari bersinar begitu terik. Untung saja kursi itu dinaungi pohon rindang sehingga Anggun bisa duduk dengan tenang. Angin semilir sekali-kali menerpa rambut panjangnya.

Continue reading

“Hot Blooded Time” dan Pendidikan Seks pada Remaja

(Pernah diikutkan dalam lomba DivaPress)

Berbicara soal remaja memang tidak ada habisnya; identitas dan bumbu-bumbu yang mewarnai dunia remaja memang menarik untuk dibahas. Siapakah sebenarnya remaja? Kapan seseorang bisa dikatakan remaja? Menurut Potter & Perry (2005), remaja atau adolesens adalah periode perkembangan selama di mana individu mengalami perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, biasanya antara usia 13 dan 20 tahun. Jadi sudah jelas di sini, bahwa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak yang awalnya cenderung masih menerima bantuan dari orang lain, khususnya dari orang tua, menjadi manusia mandiri. Pada tahap ini remaja biasanya lemah dalam penggunaan nilai-nilai, norma, dan kepercayaan. Hanya sekedar memenuhi tabiat aktualisasi diri yang berlebihan, ia rela mengorbankan moralitasnya untuk memenuhi kehendak mendapatkan pujian dari kelompok referensinya (Amirudin, Thohir, Frieda & Pudjasantosa, 2011).

Continue reading