Book, Uncategorized

Coelho, Paulo. 2014. Sang Pemenang Berdiri Sendirian. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

51mrRLizGuL._SX347_BO1,204,203,200_

Aku seperti kodok yang direbus tadi. Aku tidak menyadari perubahannya. Kukira semua baik-baik saja, keadaan buruk pasti berlalu, tinggal menunggu waktu. Aku siap mati karena telah kehilangan hal terpenting dalam hidupku, tapi bukannya bereaksi, aku malah duduk berendam dengan apatis dalam air yang lama-lama makin panas.

 

Manusia tidak pernah puas. Kalau mereka punya sedikit, mereka ingin lebih. Kalau mereka punya banyak, mereka tetap ingin mebih. Begitu mereka punya lebih banyak, mereka berharap bisa bahagia dengan sedikit barang, tapi tidak mampu berusaha berubah.

 

Cara terbaik melihat manusia adalah dari langit tinggi. Hanya saat itulah kita bisa memahami betapa kecilnya diri kita.

 

 

Kalau kau yakin akan menang, kau akan menang.

 

 

Pertaruhkan semuanya atas nama kesempatan dan jauhi segala sesuatu yang membuatmu terjebak di zona nyaman.

 

 

Dia berkata, kita semua dikelilingi orang yang penuh percaya diri dan telah mencapai kejayaan, tapi mereka tidak bahagia. Mereka berada di puncak karier dan takut akan jatuh.

Book

Dendam Positif

Dendam positif punya sasaran yang konstruktif (membangun), bukan destruktif (merusak)

…pentingnya hijrah untuk memutus mata rantai jaringan di otak yang seringkali menghambat perubahan. Di momen yang sangat khusus, terkadang nekat dibutuhkan untuk memotong mata rantai. Tentu saja tujuannya bukan untuk memutus silaturrahim, tapi untuk memberi ruang bagi munculnya pemahaman diri dan kesadaran diri akan pentingnya perubahan.

Dalam buku Ihya Uluum Ad-din, Al-Ghazali menulis sejumlah pintu masuknya setan ke dalam diri manusia, yaitu:

  • Marah yang kebablasan, reaksi yang di luar kontrol
  • Syahwat biologis yang tak terkendali
  • Ambisi yang berlebihan sehingga menghalalkan segala cara
  • Mengagungkan budaya hidup hedonis (menuhankan kemewahan materi)
  • Tergesa-gesa atau suka menempuh cara yang instan untuk mencapai tujuan
  • Gila apresiasi dari manusia
  • Berburuk sangka
  • Mengenyangkan perut sampai membuat kita malas berbuat baik
  • Punya pandangan hidup yang cenderung kompromi pada hal-hal negatif

Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menuliskannya di pasir supaya mudah terhapus dan ingatan kita kembali jernih, seperti terhapusnya tulisan di atas pasir. Tetapi ketika seseorang melakukan kebaikan buat kita, kita harus mengukirnya di atas batu agar kita bisa mengingatnya sepanjang masa.

Seperti kata Eleanor Roosevelt, ‘Justice cannot be for one side alone, but must be for both.’

Kalau melihat kesimpulan Daniel Golemen, promotor kecerdasan emosional (Emotional Quotient = EQ), seperti yang ia tulis dalam buku Kecerdasan Emosional (Adzakaa’ Al-thify), yang ia sebut orang dengan EQ tinggi bukanlah orang yang semata cepat menyadari emosinya, tetapi orang yang bisa mengontrol emosinya dan bisa menggunakan emosinya untuk memotivasi diri, menjaga keseimbangan, mencapai tujuan/menjaga hubungan.

Paul Scheele & Dr. Susan Lark, keduanya adalah konsultan pengembangan diri, pernah merilis temuannya & dikutip oleh sejumlah lembaga konsultan pengembangan diri. Temuannya antara lain menyebutkan bahwa salah satu ciri orang yang gagal di karier adalah ketika ia terus ingin pindah (tidak bahagia dengan pekerjaannya saat ini), tapi tidak juga pindah.

HOBBO adalah Hang Out But Building Option. Maksudnya, kita tetap menjalani profesi/pekerjaan yang ada, namun berusaha membangun opsi yang lebih banyak untuk mendinamiskan batin.

Sedangkan SOBBO adalah Stay Out But Better Off. Ini kita hijrah total. Kita hengkang ketempat lain, kita pindah pekerjaan/ganti profesi.

Thomas Alva Edison menyimpulkan bahwa kejeniusan seseorang diciptakan dari 1% inspirasi & 90% kemauan.

(Anwar, Ubaydillah. 2015. Dendam Positif: Mengubah Kebencian Menjadi Kemenangan. Sinergi Aksara. Jakarta.)

Book

[REVIEW NOVEL] Meet The Sennas by Orizuka

20558037

Judul: Meet The Sennas

Penulis: Orizuka

Penerbit: teen@noura

ISBN: 978-602-7816-66-4

SINOPSIS

Aku Daza Senna. Anak kedua dari tiga bersaudara. Yang artinya aku anak tengah…

Astaga. Aku menulis apa, sih? Oke, mari coba lagi.

Aku Daza Senna. Aku tinggal bersama orang-orang yang sama sekali tak bisa disebut normal. Dan sialnya, orang-orang itu adalah keluargaku.

Hmm, ini sudah lebih bagus.

Siapa sih yang mau tinggal dengan orang-orang yang memberi semacam formulir pendaftaran dan serangkaian ujian kepada setiap cowok yang ingin dekat denganku? Memangnya cowok-cowok itu mau SNMPTN? Coba bayangkan penderitaanku. Belum terbayang? Berarti kalian harus bertemu dengan mereka.


Novel ini menceritakan tentang seorang anak perempuan dari keluarga Senna yang dikelilingi dengan orang-orang yang menurutnya aneh. Ya, keluarga dengan permasalahan masing-masing yang digabungkan dalam satu rumah pasti akan menjadi sebuah permasalahan kompleks. Nenek yang tiba-tiba mengajak ke salon dan mengecat rambut Daza tanpa ijin, kakek yang pemegang semua peraturan keluarga, bunda mantan penari yang diam-diam suka memasukkan obat diet ke dalam jus jeruk Daza, ayah yang mengatur segala kehidupan Daza sampai ia lulus SMA, Dennis si kakak yang selalu menyibukkan diri di dalam kamar dan hampir meyakinkan Daza kalau dia itu homo, Zenith si adik yang usil, Om Sony yang suka bising dengan gitarnya dan Tante Amy yang sedang hamil dan ditinggal suaminya.

Wajar kalau masalah keluarga besar yang kompleks itu membuat Daza sering emosi dan mengharapkan keluarga yang normal.

Satu kata sepanjang saya membaca novel ini: kesel! Tokoh utama novel ini, Daza, sebenarnya sama menyebalkannya seperti keluarga Senna yang lain. Daza itu bukan tipe cewek yang saya suka, yah, dengan segala fasilitas yang memanjakan. Hanya saja, saya iri akan keberaniannya mengungkapkan perasaan kepada guru les privatnya yang super keren, Logan. Di novel ini, Logan juga jadi tokoh penentu masa depan Daza yang membantunya mati-matian dari seorang siswa yang buta matematika menjadi penggila soal-soal matematika.

Hanya saja, begitu sayang cerita antara Daza dan Logan ditarik ulur. Jujur, saya penasaran bagaimana jadinya hubungan antara Daza dan Logan setelah Daza lulus SMA. Kalaupun berakhir tidak happy ending, Logan harusnya menjadi sosok yang memotovasi bagi Daza.

Novel ini menarik, dipenuhi dengan konflik-konflik kecil yang membuat kesal. Namun pada akhirnya Daza sadar bahwa itulah keluarganya yang tidak sepenuhnya buruk.

Happy reading…

Book

[REVIEW NOVEL] Istana Negara Selalu Menghadap ke Timur by Anak S-E-N

Judul: Istana Negara Selalu Menghadap ke Timur

Penulis: Anak S-E-N

Penerbit: Penerbit Andi

ISBN: 978-979-29-1458-0

 

SINOPSIS

Begitu sulitkah teori relativitas-nya Albert Einstein sehingga tersiar kabar hanya ada sekitar delapan belas orang saja yang memahami teori ini?

Aku bukan salah satu manusia yang bisa memahami teori relativitas. Aku tidak punya keinginan untuk menjadi manusia ke-19 yang bisa memahami teori itu. Aku bukan orang yang berpikiran melebihi jamanku. Aku hanyalah seorang wanita yang dihadapkan pada suatu teori hidup yang harus kuurai, teori yang tidak ada hubungannya dengan X atau Y.

Siapa yang mau menjadi diriku? Sebagai penasihat kepresidenan, aku dituntut memiliki rasio yang sempurna. Sebagai gadis berusia 30 tahun, aku dituntut menuruti naluri ‘kegadisanku’ untuk menemukan pasangan hidup, dan sebagai seorang Desta Aletea Sabarno…aku menjadi seseorang yang bahkan aku sendiri tidak mengetahuinya.


 

Karena sinopsis di ataslah, tanpa berpikir panjang saya membawa buku ini ke kasir. Saya benar-benar menyukai gaya bahasanya yang lugas. Jatuh cinta pada sosok Desta Aletea Sabarno yang punya ‘girl power’. Novel ini penuh dengan kritik sosial yang digambarkan dalam sebuah kantor kepresidenan.

Awalnya mata saya terbuka lebar, bahwa sebenarnya di luar sana banyak profesi yang bahkan tidak pernah saya dengar sebelumnya. Seperti profesi Desta sebagai penasihat kepresidenan, atau analis geopolitik-nya Abner Nun. Orang seperti saya perlu mengetahui profesi-profesi semacam itu…

Desta Aletea Sabarno memang sering sekali membuat orang kesal. Kadang kala dia terlalu percaya diri atau terlalu angkuh berbicara dengan rekan kerja sesama penasihat kepresidenan. Dia sangat pintar menunjukkan ke-favorit-annya. Orang-orang bisa melihat keangkuhannya saat berpendapat. Hanya saja, saya puas akan akhir cerita Desta yang akhirnya sadar akan keangkuhannya.

Yang jelas, jalanku untuk menemukan kerendahan hati bukan jalan yang enak untuk dilalui, aku harus terjerumus dulu dalam kejamnya kesombongan.

Untuk beberapa teman, novel seperi ini merupakan novel yang berat gaya bahasanya. Tapi menurut saya, inilah kenyataan!

 

Happy reading…

Book

[Review Novel] Semester Terakhir by Anak S-E-N

Pre Review

Mendapatkan buku ini ketika sedang di toko buku dan membaca sinopsis di belakang buku yang menampilkan nama Desta Aletea Sabarno. Ya, sepertinya saya pernah membaca nama ini sebelumnya. Dan ketika membaca nama penulis, Anak S-E-N, barulah saya ingat bahwa saya pernah punya buku Anak S-E-N sebelumnya. Langsung saya borong ke kasir. Alasan saya memborong ini adalah, gaya bahasa Anak S-E-N yang ringan. Saya tidak kecewa membeli buku yang sebelumnya 🙂 Selain itu, saya sebenarnya penasaran dengan Anak S-E-N. Namanya unik begitu, dan gak pernah ada profilnya…hmm…

Continue reading “[Review Novel] Semester Terakhir by Anak S-E-N”

Book

[Review Novel]: Oishii Jungle by Erlita P.

Pre review…

Ada sedikit cerita tentang novel ini. Bukan rahasia bagi pembaca, penulis, dan penerbit bahwa sekarang marak diadakan giveaway bahkan dari penerbit/penulisnya langsung. Nah, saya sering banget ikutan event seperti ini. Mengenai novel Oishii Jungle ini, awalnya saya ikutan giveaway dari Luckty. Sayangnya, kurang beruntung. Tapi entah kenapa, saya yakin saya bisa mendapatkannya secara gratis ketika melihat novel ini dipajang di toko buku.

Suatu hari, saya buka twitter dan akun grasindo serta Erlita sedang mengadakan kuis, dengan tantangan membuat kalimat menggunakan kata ‘persahabatan’ atau ‘oishii’. Dan secara isengpun saya membuat kalimat seperti ini:

SC20140622-021215-1

Akhirnya kalimatku terpilih dan dapet deh novel ‘Oishii Jungle’-nya ^^

Continue reading “[Review Novel]: Oishii Jungle by Erlita P.”

Book

Arti Tembang Jawa

Kinanthi; macapat yang menggambarkan rasa gembira, cinta, dan kebijaksanaan. Kinanthi bisa juga berarti bergandengan tangan atau nama bunga.

Kinanthi artinya pelipur lara. Obat untuk rasa sakit. Kinanthi itu juga salah satu tembang Jawa. Tembang Jawa itu banyak, sesuai dengan urut-urutan kehidupan manusia. Dari bayi sampai mati.

Tembang pertama, namanya Maskumambang. Menggambarkan jabang bayi dalam kandungan ibunya. Mas artinya belum ketahuan apakah dia akan menjadi laki-laki atau perempuan. Sedangkan kumambang artinya hidup jabang bayi itu mengambang dalam kandungan ibunya.

Tembang kedua namanya Mijil. Artinya, bayi tadi sudah lahir. Sudah duketahui laki-laki atau perempuan.

Selanjutnya, tembang Kinanthi. Asalnya dari kata kanthi atau tuntun. Artinya dituntun, supaya setiap anak manusia bisa berjalan menempuh kehidupan di alam dunia.

Tembang setelah Kinanthi adalah Sinom. Artinya kanoman. Bekal untuk para remaja supaya menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

Selanjutnya adalah tembang Asmarandana. Artinya rasa cinta kepada seseorang.

Gambuh adalah terusan dari Asmarandana. Asalnya dari kata jumbuh. Artinya, kalau dua orang, laki-laki dan perempuan, sudah jumbuh, cocok, sebaiknya disatukan dalam sebuah pernikahan.

Setelah Gambuh, urutan selanjutnya adalah Dandanggula. Menggambarkan hidup seseorang yang sedang bahagia. Apa yang diinginkan bisa terlaksana. Punya keluarga, anak, dan harta yang cukup. Makanya, orang yang bombong atine, senang hatinya, dikatakan sedang ndandanggula.

Durma. Artinya weweh atau berderma. Seharusnya, ketika seseorang sudah hidup serbacukup, akan muncul dalam hatinya keinginan untuk berbagi. Keinginan untuk menolong sesamanya yang sedang mengalami kesulitan.

Setelah kita bisa bersikap durma, sebaiknya kita melakukan Pungkur. Artinya, menyingkir dari segala nafsu angkara murka. Hal yang dipikir adalah bagaimana menolong orang lain. Tidak lagi memikirkan kepentingan pribadi. Semua untuk orang lain.

Dua tembang terakhir, namanya Megatruh dan Pocung. Megatruh artinya putus nyawa. Seseorang harus rela kembali kepada Sang Pencipta, jika saatnya sudah tiba. Tembang terakhir adalah Pocung. Hidup kita akan berakhir dengan kain mori putih atau pucung kemudian dikubur.

(K., Tasaro G.)

Book

The Miracle of YOU

Seorang manusia saat dilahirkan telah memiliki sekitar 100 miliar sel otak aktif & 900 miliar sel otak pelindung. Total “bekal” kita saat nongol di bumi adalah 1 triliun sel otak. Tuhan Maha Adil & Maha Penyayang. Semua anak manusia dibekali dengan jumlah sel otak yang sama. Tidak ada diskon & tidak ada bonus.

Bandingkan dengan siput yang hanya memiliki 8 sel otak, lebah 7.000 sel, lalat buah 100.000 sel, tikus 5.000.000 sel & monyet 10.000.000 sel otak. Hewan-hewan ini, dengan jumlah sel otak yang jauh di bawah sel otak manusia, ternyata menunjukkan kecerdasan yang luar biasa.

Contohnya lebah. Hanya dengan bekal 7.000 sel otak, lebah mampu mencari madu, tidak perlu menggunakan peta / kompas, mengerti hierarki tugas & tanggung jawab & dapat hidup akur dalam satu koloni. Luar biasa, bukan? Bagaimana dengan manusia?

YES…YOU ARE INDEED A GENIUS

(Gunawan, Adi W. 2006. Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.)