Story, Story, Travelling, Write

Kebun Teh Wonosari – Lawang

19931942_1770870532927169_6259620705969635328_n

Liburan kali ini juga banyak warna-warninya.

Dimulai dari kenekatan kami di sela-sela kesibukan. Sally hanya punya satu hari libur dan akhirnya saya minta tukar dinas juga. Pas di tanggal 1 Juli, kami liburan ke tempat yang dekat saja: Kebun Teh Wonosari, Lawang.

Proses booking nggak gampang. Tadinya berencana ke Blitar, ke Makam Bung Karno tapi urung karena dapat tiket Malang-Blitar Rp 145.000,-. Masa mau ke Blitar aja kudu ngerogoh kocek segitu? Mau naik bis kok bareng sama arus balik mudik. Jadilah pesan online KAI jurusan Lawang saja, pulangnya naik bis.

Pesan tiket ini saja harus diwarnai drama yang bisa menimbulkan perang dunia, karena banyak pertimbangan banget. Malamnya, check in di stasiun Gubeng dan beli sandal. Paginya, udah bener bangun jam 5, tapi merem lagi sampe bangun jam 6.30! Padahal jadwal kereta jam 7.20. Alhasil, ngebut dari Gresik 70 km/jam dan untungnya sepi. Cuman mata harus melek sama keadaan jalan yang nggak rata. Dalam hati sudah nyadar banget kalau bakalan telat, tapi nggak rela mau ngikhlasin karena kebetulan dapat kereta bisnis dan mengingat proses bookingnya…

Akhirnya Sally yang tadinya mau aku jemput malah aku suruh berangkat dulu ke stasiun. Alhamdulillah keretanya delay ^_^

Di kereta bisnis kami ngerasa kayak lagi di ekonomi. Rame banget sama anak-anak >_<


Dari stasiun, kami nyoba nyari tiket pulang ke Surabaya. Ternyata full booked, dan memang harus pulang pakai bis. Menuju obyek wisata, kami menunggu angkot warna biru SLKW. Ternyata angkotnya di lajur kanan dan harus menyeberang. Senangnya, terminal angkot ini berada di dalam kebun teh. Aksesnya mudah banget.

Sampe sana, makan sebentar dengan mie dan teh hangat (ehm… mbak kasirnya rada judes… bikin orang mood liburan jadi agak kesel). Terus jalan beli tiket kereta mini. Di sini ada drama lagi nih…

Ada rombongan orang ber-17 yang duduk duluan sebelum beli tiket. Mereka berdalih sudah ada yang beliin tiket, tapi kan orang yang udah dapet tiket jadi nggak dapet tempat duduk… Untungnya, yang saya pribadi suka, petugasnya tegas: “Yang belum pegang tiket turun!”

Ya, logikanya orang mau naik kereta harus beli tiket dulu kan? Meski rombongan itu jadi ricuh dan mengancam nggak akan naik kereta, petugasnya nggak masalah. Justru anak-anak mereka yang mengaku salah…

Habis berkeliling kebun teh, kami beli gorengan yang antrinya ampun deh… sambil hunting foto, terus duduk lama di rerumputan. Salat Dhuhur dan lihat villa yang lucu, kembali deh ke Surabaya.

Bisnya padat dan kami berdiri… pulangnya nggak begitu menyenangkan sih… Kami melanjutkan dengan GRAB dari Bungur.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s