Sederhana dan Bersyukur

(Pernah diikutkan dalam Giveaway Tell Them All)

Pertanyaan yang sederhana, ‘sepenting apakah sebuah materi untuk manusia?’ Jaman sekarang sorotan media kita selalu mempertontonkan bagaimana pentingnya status seseorang. Mulai sosok seorang artis dan pejabat negara kita yang bergaya hidup mewah, memiliki tas ratusan juta rupiah, sepatu dan mobil yang bermerk.

Lain artis, lain pula orang-orang dengan jabatan tinggi. Saya pikir gaji dan kekayaan yang telah mereka dapatkan sudah cukuplah untuk menikmatinya dengan santai. Untuk liburan dan kemewahan lainnya juga masih bisa untuk disisihkan. Tapi lain orang lain pula godaannya. Ternyata bagi sebagian orang yang jabatannya tinggi, walaupun sudah dikelilingi dengan harta yang melimpah, ternyata ada saja godaan yang membuat mereka kurang dan ingin merasakan yang lebih. Ada banyak cara yang mereka lakukan dengan ‘kreatif’ untuk memutarbalikkan uang, mencuci uang, atau apalah namanya itu sehingga uang yang jumlahnya tidak sedikit di mata rakyat kecil bisa masuk ke dalam kantongnya sendiri. Uang yang seharusnya tidak menjadi miliknya. Uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan orang banyak.

Mungkin gambaran dan sorotan televisi yang diwarnai dengan hal-hal seperti ini menarik minat masyarakat kecil. Tidak mengherankan kalau akhir-akhir ini timbul pula perilaku ‘kreatif’ dari masyarakat yang ingin cepat kaya. Kaya dengan cara instan, siapa yang tidak mau? Hanya saja, kekreatifan itu tidak diimbangi dengan kekayaan moral. Dan selanjutnya kita dibuat terheran-heran dengan banyaknya macam pekerjaan yang sebenarnya biasa saja, namun terdapat hal yang berbahaya di baliknya. Mengolah makanan dengan bahan bekas, misalnya. Belum lagi, masalah penipuan yang banyak dilakukan masyarakat akhir-akhir ini demi mendapatkan sesuap nasi. Sebut saja salah satu peristiwa yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan, membuka klinik kesehatan yang nyatanya, pil andalan si tabib justru mengandung zat berbahaya yang biasanya digunakan untuk hewan ternak. Mirisnya, pelaku-pelaku tadi paham benar akan bahayanya.

Sungguh besar kekuatan sebuah materi. Kekuatan seseorang yang memilikinya sedang diuji, dan orang yang kuat adalah orang yang bisa melepasnya, bukan menjaga atau malah menambahnya dengan cara yang tidak benar. Memang benar, seorang yang sukses di jaman ini adalah mereka yang memperoleh banyak materi dan menikmatinya. Akan tetapi perlu diingat, mereka yang mampu menjaga keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya itu baru luar biasa. Kesadaran untuk berbagi dan menolong untuk sesama, jika diterapkan, pasti bisa membantu kesulitan saudara di sekitar.

Berlatih hidup sederhana dan penuh syukur perlu dilatih sejak dini. Merasa takut akan harta yang berlimpah akan menjauhkan diri dari Tuhan, lebih peka terhadap sekitar, perlu selalu dipupuk. Bukankah tidak layak kita memamerkan kekayaan diri sedangkan saudara kita masih bingung untuk mencari sesuap nasi setiap harinya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s