Book · Uncategorized

Coelho, Paulo. 2014. Sang Pemenang Berdiri Sendirian. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

51mrRLizGuL._SX347_BO1,204,203,200_

Aku seperti kodok yang direbus tadi. Aku tidak menyadari perubahannya. Kukira semua baik-baik saja, keadaan buruk pasti berlalu, tinggal menunggu waktu. Aku siap mati karena telah kehilangan hal terpenting dalam hidupku, tapi bukannya bereaksi, aku malah duduk berendam dengan apatis dalam air yang lama-lama makin panas.

 

Manusia tidak pernah puas. Kalau mereka punya sedikit, mereka ingin lebih. Kalau mereka punya banyak, mereka tetap ingin mebih. Begitu mereka punya lebih banyak, mereka berharap bisa bahagia dengan sedikit barang, tapi tidak mampu berusaha berubah.

 

Cara terbaik melihat manusia adalah dari langit tinggi. Hanya saat itulah kita bisa memahami betapa kecilnya diri kita.

 

 

Kalau kau yakin akan menang, kau akan menang.

 

 

Pertaruhkan semuanya atas nama kesempatan dan jauhi segala sesuatu yang membuatmu terjebak di zona nyaman.

 

 

Dia berkata, kita semua dikelilingi orang yang penuh percaya diri dan telah mencapai kejayaan, tapi mereka tidak bahagia. Mereka berada di puncak karier dan takut akan jatuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s