Happy Ied Mubarak 1436 H

Selamat hari raya idul fitri 1436 H ^^

Mohon maaf lahir dan batin atas semua kekhilafan saya, baik melalui perbuatan, perkataan maupun tulisan saya…

Lebaran kali ini benar-benar terasa berbeda. Selain karena rindu Ramadhan yang selalu hadir, juga keinginan untuk berjumpa hari raya yang tidak kunjung usai, entah kenapa hari raya tahun ini begitu terasa sangat cepat berlalu.

Diawali dengan mudik yang disupiri oleh saudara bapak saya kali ini, karena kami sekeluarga masih khawatir akan bapak yang tidak bisa menyetir seperti dulu dan cerita-cerita tentang almarhum dan almarhumah kakek dan nenek saya semasa saya kecil. Memori tentang masa kecil saya yang diasuh oleh mereka kembali diceritakan oleh saudara-saudara sementara saya bisa mendengarkan mereka dengan jelas di kamar. Mungkin mereka pikir saya sedang tidur dan tidak mendengarkan, walaupun nyatanya ada setitik-dua titik air mata yang memaksa keluar 🙂 cerita tentang saya yang bersembunyi di lemari pakaian, misalnya.

Semasa kecil, saya juga sudah bertanya-tanya kenapa rumah kakek dan nenek sangat sulit untuk ditinggalkan. Ketika saya dan keluarga mudik ke rumah mereka, saya selalu mencari tempat bersembunyi supaya saya tidak ikut pulang. Pilihan tempat bersembunyi saya saat itu adalah sebuah lemari kain. Lemari itu bisa ditutup dari dalam dengan resleting. Dari dalam, saya bisa mendengarkan anggota keluarga lain mencari saya.

Entah bagaimana, akhirnya saya ditemukan. Mungkin akhirnya saya lelah bersembunyi dan tidak ditemukan…

Tapi, hati saya selalu sedih berpisah dengan rumah kakek dan nenek. Kadang saya selalu menangis di gandengan tangan orang tua saya. Sering juga bapak dan ibu saya tidak tega melihat saya menangis seperti itu dan mengambalikan saya ke rumah kakek dan nenek. ujung-ujungnya, merekalah nantinya yang akan mengantar saya pulang.

Yang saya tidak tahu adalah, ternyata diam-diam kakek saya juga menyembunyikan tangisannya melihat saya yang bandel. Hal ini yang bikin saya sedikit ingin menitikkan air mata ketika ‘nyekar’ tahun ini. Rasanya kangen banget… tapi harus saya tahan.

Kakek saya lima bersaudara dan kakek saya anak pertama. Tahun ini, adiknya (anak ke-2) tidak bisa merayakan Idul Fitri di rumah. Beliau diopname di rumah sakit dan kebetulan kemarin kami menjenguk beliau. Sejak dulu, saya sadar bahwa adiknya yang kedua ini adalah yang paling mirip dengan kakek saya. Semoga… beliau selalu diberkahi kesehatan, umur panjang dan kesejahteraan yang melimpah, amin.

Semoga tahun-tahun berikutnya kita dipertemukan lagi dengan Idul Fitri…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s