Masalah, Aku Punya Tuhan Yang Lebih Besar Dibanding Dirimu!

Sudah lama tidak mengisi di blog ini dan rasanya waktu saya selama ini hanya dihabiskan dengan masalah pekerjaan. Berpisah dengan teman kuliah bukan berarti menjauhkan, justru kami dekat dengan permasalahan manusia dewasa yang semakin rumit. Katakanlah, dunia orang dewasa semakin padat dengan aktivitas mencari uang semata.

Perlahan-lahan, waktu untuk hobi dan berkumpul dengan orang-orang terdekat semakin menipis. Pulang kerja, ya… istirahat.

Perubahan lingkungan juga membuat diri kita semakin berbeda… membuat diri sendiri menjadi pribadi yang… bukan seperti biasanya, asing. Seperti wajah yang memasang topeng. Berusaha menyembunyikan ekspresi sesungguhnya.

Belum lagi, pribadi rekan kerja yang bermacam-macam ragamnya dengan tingkat kedewasaan yang lebih ekstrem dibandingkan teman sebaya menjadi stressor tersendiri. Menemui gaya hidup yang bukan ‘gue banget’, dipaksa untuk menerima semua ketidakwajaran menjadi hal yang biasa, di mana status menjadi sebuah tolok ukur kehidupan, saat itulah Tuhan sedang memberikan sebuah contoh dalam hidup saya. Ingatlah untuk selalu merunduk ke bawah…

Di dalam setiap perjalanan hidup, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Bahwa karakter antagonis yang digambarkan terlalu berlebihan dalam sinetron itu benar-benar ada. Tuhan mungkin sedang menunjukkan keburukan itu di depan mata kita supaya kita belajar dimulai dari hal yang buruk terlebih dahulu, supaya kita tahu mana yang baik. Dan ucapkanlah, ‘Hai masalah, aku punya Tuhan yang jauh lebih besar dibanding dirimu!’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s