[REVIEW NOVEL] Istana Negara Selalu Menghadap ke Timur by Anak S-E-N

Judul: Istana Negara Selalu Menghadap ke Timur

Penulis: Anak S-E-N

Penerbit: Penerbit Andi

ISBN: 978-979-29-1458-0

 

SINOPSIS

Begitu sulitkah teori relativitas-nya Albert Einstein sehingga tersiar kabar hanya ada sekitar delapan belas orang saja yang memahami teori ini?

Aku bukan salah satu manusia yang bisa memahami teori relativitas. Aku tidak punya keinginan untuk menjadi manusia ke-19 yang bisa memahami teori itu. Aku bukan orang yang berpikiran melebihi jamanku. Aku hanyalah seorang wanita yang dihadapkan pada suatu teori hidup yang harus kuurai, teori yang tidak ada hubungannya dengan X atau Y.

Siapa yang mau menjadi diriku? Sebagai penasihat kepresidenan, aku dituntut memiliki rasio yang sempurna. Sebagai gadis berusia 30 tahun, aku dituntut menuruti naluri ‘kegadisanku’ untuk menemukan pasangan hidup, dan sebagai seorang Desta Aletea Sabarno…aku menjadi seseorang yang bahkan aku sendiri tidak mengetahuinya.


 

Karena sinopsis di ataslah, tanpa berpikir panjang saya membawa buku ini ke kasir. Saya benar-benar menyukai gaya bahasanya yang lugas. Jatuh cinta pada sosok Desta Aletea Sabarno yang punya ‘girl power’. Novel ini penuh dengan kritik sosial yang digambarkan dalam sebuah kantor kepresidenan.

Awalnya mata saya terbuka lebar, bahwa sebenarnya di luar sana banyak profesi yang bahkan tidak pernah saya dengar sebelumnya. Seperti profesi Desta sebagai penasihat kepresidenan, atau analis geopolitik-nya Abner Nun. Orang seperti saya perlu mengetahui profesi-profesi semacam itu…

Desta Aletea Sabarno memang sering sekali membuat orang kesal. Kadang kala dia terlalu percaya diri atau terlalu angkuh berbicara dengan rekan kerja sesama penasihat kepresidenan. Dia sangat pintar menunjukkan ke-favorit-annya. Orang-orang bisa melihat keangkuhannya saat berpendapat. Hanya saja, saya puas akan akhir cerita Desta yang akhirnya sadar akan keangkuhannya.

Yang jelas, jalanku untuk menemukan kerendahan hati bukan jalan yang enak untuk dilalui, aku harus terjerumus dulu dalam kejamnya kesombongan.

Untuk beberapa teman, novel seperi ini merupakan novel yang berat gaya bahasanya. Tapi menurut saya, inilah kenyataan!

 

Happy reading…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s