[Review Novel] Semester Terakhir by Anak S-E-N

Pre Review

Mendapatkan buku ini ketika sedang di toko buku dan membaca sinopsis di belakang buku yang menampilkan nama Desta Aletea Sabarno. Ya, sepertinya saya pernah membaca nama ini sebelumnya. Dan ketika membaca nama penulis, Anak S-E-N, barulah saya ingat bahwa saya pernah punya buku Anak S-E-N sebelumnya. Langsung saya borong ke kasir. Alasan saya memborong ini adalah, gaya bahasa Anak S-E-N yang ringan. Saya tidak kecewa membeli buku yang sebelumnya 🙂 Selain itu, saya sebenarnya penasaran dengan Anak S-E-N. Namanya unik begitu, dan gak pernah ada profilnya…hmm…

show_pic.php

Judul: Semester Terakhir

Penulis: Anak S-E-N

Penerbit: Penerbit Andi

ISBN: 978-979-29-4088-6

SINOPSIS

No. OSIS: 119657885Xxx0

Nama: Desta Aletea Sabarno

Status: Ketua kelas IIIB SMPN 11 (anak pertama dari 9 bersaudara — untuk sementara)

Umur: 16 tahun

Alamat: Jl. Tawon Ndas (kumbang yang biasa menyengat kepala manusia)

Bintang: Gemini

“Kelas IIIB, kelas yang sekarat!” -Dewan Sekolah-

“Semua metode belajar yang diterapkan di kelas IIIB, gagal!” -Semua guru bidang studi-

“Kelas IIIB seperti virus! Demi dunia pendidikan, kelas IIIB harus dikarantina agar tidak menular!” -Tetangga kelas-

“Usia harapan hidup di kelas IIIB, sangat tipis!” -Dinas Kesehatan yang pernah mengunjungi sekolah-

“Menerima mereka sebagai murid, merupakan kesalahan terbesar yang pernah dibuat sekolah ini!” -Kepala Sekolah-

Horeee… sudah satu semester aku jadi siswi kelas IIIB dan celakanya, aku jadi ketua kelas di kelas yang diberi label “Do Not Cross”. Semua masalah di sekolahku berasal dari kelasku. Tidak mudah memimpin teman-teman kelasku yang semuanya bermasalah. Sebagai anak sekolah, kami terbelakang. Sebagai remaja penerus generasi bangsa, kami tidak bisa diharapkan.

Kelas IIIB harus berubah! Dan perubahan itu harus dilakukan sekarang karena saat ini kami hidup di semester terakhir. Diperlukan tekad, kerja keras, kelucuan dan kebersamaan untuk mengubah citra kelas IIIB. Dan di puncak keremajaan ini, kami juga harus berjuang untuk jadi dewasa. Jadi kami harus melakukan apa yang dilakukan burung rajawali yang berusia 40 tahun, agar kami mendapatkan nyawa ke-2 kami.

Ada kalimat yang tidak mudah untuk diucapkan tapi kami akan mengucapkannya,

“I LOVE IIIB”

Pada usia 40 tahun burung rajawali tidak dapat berburu mangsa karena paruhnya terlalu melengkung sehingga tidak bisa untuk mematuk. Sayapnya sudah terlalu tebal sehingga tidak bisa terbang cepat. Cakarnya sudah terlalu melengkung sehingga tidak dapat menerkam mangsanya. Supaya tidak mati kelaparan karena tidak dapat berburu, burung rajawali yang berusia 40 tahun akan mematukkan paruhnya di batu cadas hingga paruhnya terlepas, setelah paruh barunya tumbuh, ia akan mencabut satu persatu bulu sayapnya lalu ia akan mematuk satu persatu cakarnya sampai lepas. Rajawali akan kesakitan dan berdarah, tapi itu cara agar ia bisa kembali terbang cepat dengan sayap baru, paruh serta cakar baru yang kuat, yang memungkinkan dia bisa kembali hidup 30-40 tahun lagi.

SEMUA YANG INGIN MENJADI SEORANG PENASIHAT KEPRESIDENAN WAJIB MEMBACA KISAHKU.


Desta, tokoh utama di novel Anak S-E-N ini masih jadi jawara: dia digambarkan sangat mandiri dan jagoan bagi pembaca. Di novel berlatar sekolah ini, dia bahkan menjadi ketua kelas dari kelas yang murid-muridnya berkelakuan parah, bukan favorit guru di sekolah. Tapi prediksi saya salah, awalnya saya mengira teman-teman sekelasnya bakalan meremehkan Desta, karena dia perempuan. Tapi justru sebaliknya, Desta disegani teman-teman sekelasnya, bahkan guru sekolahnya mengandalkan Desta untuk menghadapi murid-murid IIIB.

Sejak awal saya sudah jatuh cinta sama Desta, ya, sosok mandiri dan easy going-nya itu bikin saya kagum, ditambah gaya bahasa Anak S-E-N yang santai namun tidak meninggalkan Bahasa Indonesia baku. Tapi ada saat-saat di mana saya dibikin sebel sama Desta. Contohnya saja, saat dia memutuskan untuk membolos bersama dalam rangka merayakan ulang tahun Eksan. Saya sebel banget kenapa dia milih membolos ke panti jompo. Atau bahkan saat dia akhirnya mengaku sebagai si Hantu Pena Merah. Arrgh…dia bodoh atau bego?

Saya sangat menikmati alur cerita di novel ini, hanya saja saya berharap kemudian di akhir cerita sang wali kelas IIIB, ibu Neny Miranda menyampaikan sepatah-dua patah kata penyelesaian dari permasalahannya kepada anak-anak didiknya di kelas IIIB. Saya juga penasaran dengan kisah Eksan-Desta. Meskipun bukan cerita percintaan, saya penasaran akan persahabatan mereka selanjutnya.

Happy reading…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s