Story, Write

Dare to Dream

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Windamaki

 

Berbicara soal mimpi…mimpi mana yang akan saya deklarasikan kali ini…saya harus berpikir ribuan kali. Haha…karena terlalu banyak hal yang saya impikan, tapi untuk menjadikannya nyata…baiklah saya pilih impian saya yang nomor satu. Menjadi penulis.

Kenapa jadi penulis? Yah, sesuatu kegemaran tercipta karena berawal dari kebiasaan. Sejak kecil saya suka bermain ke perpustakaan dan buku-buku terbitan balai pustaka menjadi santapan sehari-hari. Sudah tentu, alunan kata-kata dan cerita khas jaman dahulu menjadi obsesi. Tidak pernah sekalipun terbersit dalam pikiran saya ingin menulis saat itu. Lambat laun saya mulai suka berandai-andai dan membuat kumpulan cerpen. Saat itu, komputer masih merupakan benda yang baru. Setiap selesai merampungkan sebuah cerita, saya akan mampir ke rental komputer dan mencetak hasil ketikan saya. Ketika sudah banyak menumpuk, maka akan saya jilid. Saya selalu menyertakan selembar HVS kosong di bagian paling belakang. Nah, ini lembaran yang penuh fungsi.

Ceritanya, jilidan kumpulan cerpen yang sudah jadi tadi saya bawa ke sekolah dan sengaja saya taruh di atas meja. Ketika ada teman yang ingin baca, nah, ini dia fungsi lembaran kosong paling belakang tadi. Saya meminta tanggapan dari teman-teman yang sudah membaca. Mereka menulis di sana sebagai masukan untuk saya.

Itu tadi sekilas awal saya menjajaki dunia kepenulisan pertama kali. Niat saya menulis hanya satu, ingin berbagi pikiran dan imajinasi.

Lama-lama saya memiliki keyakinan bahwa menulis menjadi hal yang mudah jika dibiasakan, akan tetapi saya juga perlu mengapresiasi kemampuan diri. Tidak hanya sebagai konsumsi pribadi, buah pena saya harus bisa dibaca oleh orang banyak di seluruh negeri ini dan dengan begitu saya bisa menularkan semangat melalui tulisan. Dan mulai saat ini, saya akan mendeklarasikan mimpi saya, bahwa saya harus bisa menerbitkan novel saya setiap tahun dimulai dari tahun ini, 2014!

Untuk itu, saya hanya perlu meluangkan waktu beberapa menit setiap hari menghadap laptop dan merangkai kata-kata supaya terselesaikan satu demi satu naskah novel yang minta untuk diterbitkan. Setidaknya, saya juga harus ’kepo’ terhadap beberapa akun penerbit di sosial media. Siapa tahu, ada event yang sedang berlangsung dan event itu bisa saya jadikan sebagai pintu gerbang saya. Selain penerbit, saya pun rajin mencari event giveaway seperti yang diadakan Windamaki. Karena dengan demikian ada alasan untuk menulis dan mengasah kemampuan. Sampai suatu hari saya benar-benar menerbitkan novel bestseller, saya akan terus menulis!

Tidak ada hal buruk yang terjadi ketika impian saya tidak terwujud. Your hard work never bertrayed you. Setidaknya, tulisan saya menjadi bukti bahwa saya bisa.

“I DECLARE, I WILL ACCOMPLISH MY DREAMS”

Advertisements

6 thoughts on “Dare to Dream”

  1. rata-rata yang punya blog pasti pengen jadi penulis buku ya ^^ semogausaha kita setinggi impian kita ya aamiin. 😀 makasih udah ikutan GA nya yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s