Book

Tentang Iman

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (H.R Bukhari – Muslim)

Sebab-sebab lemahnya iman…

  1. Jauh dari suasana atau lingkungan iman dalam waktu yang lama (Q.S 57:16).
  2. Jauh dari pelajaran dan teladan yang baik
  3. Jauh dari menuntut ilmu syariat yang dapat membangkitkan iman di dalam hati penuntutnya. “Ilmu itu adalah yang menghidupkan (ruh) Islam dan tiangnya iman.” (H.R Abu Daud).
  4. Berada di tengah lingkungan yang penuh kemaksiatan. “Sesungguhnya jika seseorang mukmin berbuat dosa maka terjadilah di hatinya sebuah titik hitam, jika ia beristighfar, maka bersihlah kembali hatinya. Jika tidak bertaubat dan bertambah banyaklah titik hitam tadi sehingga tertutup hatinya.
  5. Tenggelam dalam kesibukan dunia
  6. Sibuk mengurusi harta benda, istri, dan anak-anak (Q.S 8:28, 3:14)
  7. Panjang angan-angan (berangan yang muluk-muluk) (Q.S 15:3) Ali r.a pernah berkata: “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas diri kalian ialah mengikuti hawa nafsu dan angan-angan yang muluk. Mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran, sedangkan angan-angan yang muluk akan melupakan akhirat.
  8. Berlebih-lebihan dalam makan, tidur, berjaga di waktu malam, berbicara, bergaul, dan juga tertawa.

Janganlah kamu sekalian memperbanyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.” (H.R Ibnu Majah)

Ada 15 kelompok musuh-musuh iblis dari umat nabi s.a.w:

  1. Nabi s.a.w
  2. Pemimpin yang adil
  3. Orang kaya yang rendah hati
  4. Pedagang yang jujur
  5. Orang pandai (alim) yang tenang pembawaannya
  6. Orang mukmin yang suka memberi nasihat
  7. Orang mukmin yang murah hati
  8. Orang yang bertaubat yang tetap pada taubatnya itu
  9. Orang yang benar-benar menjaga diri dari yang haram
  10. Orang mukmin yang banyak sedekahnya
  11. Orang mukmin yang selalu berada dalam keadaan suci
  12. Orang mukmin yang berbaik budi kepada sesama manusia
  13. Orang mukmin yang banyak nermanfaat bagi sesama manusia
  14. Orang yang pandai Al-Quran dan selalu membacanya
  15. Orang yang biasa mengerjakan shalat di waktu malam sewaktu orang-orang lain sedang tidur.

(Hardian, Novi. 2007. Super Mentoring. Bandung: Syaamil.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s